Minggu, 23 Februari 2014


Kencur




I.       PENDAHULUAN

Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina.
Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air.   Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%,  mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri  2,4-3,9% yang terdiri dari cineol,  asam methyl,  aldehide,  ethyl,  ester  dan lain-lain.
Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.
Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.

II.      SYARAT TUMBUH

     2.1.  Iklim
-      Tinggi tempat : 50 m – 1.000 m dpl.
-      Intensitas cahaya        : Sedikit terlindung dari sinar matahari lansung
-      Curah hujan                : 2.500 – 4.000 mm/ tahun

   2.2.   Tanah
-      Jenis tanah                  : Lempung berpasir, lempung berliat.
-      Struktur                       : Remah dan kaya humus.

III.    BERCOCOK TANAM

    3.1.    Klon Anjuran
-      Jenis kencur berdaun sempit
-      Jenis kencur berdaun lebar

   3.2.    Pemilihan Bibit
Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :
a).     Lansung tanam
Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.
b).     Ditunaskan dulu
Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan),  ruang tempat penyimpanan harus kering,  tidak panas dan tidak terlindung.    Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas.
Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / hektar dengan jarak tanam sekitar                20 X 15 Cm.

3.3.    Penyiapan Lahan
-      Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali.
-      Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar.

3.4.    Penanaman
-      Penanaman pada awal musim hujan.
-      Jarak tanam 20 X 15 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60 X 40 Cm.
-  Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup / dipping pada larutan     anti biotik agrimyoin, sterptomyoin.


    3.5.    Pemeliharaan
-      Penyiangan         
Pada minggu ke II – IV setelah tanam atau tergantung keadaan.
-      Mulching       
Penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu.
-      Pemupukan    
Pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea  sebanyak 75 Kg
-      Penggemburan tanah 
     Dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan  pemupukan ke II.
-      Hama dan Penyakit   
     Hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah  penyakit busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp.

IV.    PANEN

4.1.   Umur
-      Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun.
-      Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat.
-      Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur.

4.2.   Cara Panen
-      Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya.
-      Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir,  sisa  yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya.
4.3.    Produktivitas
-          Produksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar.
-          Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman 

BUDIDAYA JAMUR
Budidaya Jamur Tiram


Jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus adalah jenis jamur yang bisa dikonsumsi. Jamur jenis ini memiliki ciri-ciri umum berwarna putih sampai krem dan tudungnya berbentuk lingkaran menyerupai cangkang tiram. Sebagaimana kita ketahui bahwa jamur tiram menjadi salah satu varian jamur yang sering dikonsumsi dengan harga ekonomis yang menjanjikan pula. Proses budidaya jamur tiram sendiri tidak cukup sulit, apalagi bagi anda yang kebetulan memiliki lahan terbatas karena pembudidayaan jamur tiram hanya membutuhkan sedikit lahan untuk pembuatan rumah jamur saja serta sedikit pengetahuan seputar budidaya jamur itu sendiri.

Memulai budidaya jamur tiram
Hal paling pokok yang perlu kita perhatikan sebelum memulai budidaya jamur tiram adalah bangunan atau lahan yang dijadikan lokasi budidaya jamur. Sebagai pemula, kita tidak harus membangun tempat cukup besar karena hal ini tentu memakan modal besar. Intinya, beberapa hal yang perlu anda perhatikan terkait ruangan budidaya adalah sebagai berikut:

1. Ruangan 

  • Ruang persiapan
Ruang persiapan merupakan ruang yang khusus diperuntukkan bagi segala aktivitas persiapan mulai dengan pengayakan, pencampuran bibit jamur, hingga tahap sterilisisasi. Sebenarnya keberadaan ruangan ini sendiri tidaklah terlalu mendesak bila dibandingkan dengan ruangan lainnya, namun alangkah baiknya bila menyiapkan segala sesuatunya di ruang yang terpisah. 

  • Ruang inokulasi
Jika keberadaan ruang persiapan lebih ditujukan untuk pembuatan bibit, maka lain halnya fungsi ruang inokulasi yang khusus diperuntukkan sebagai lokasi memasukkan bibit ke dalam media tanam. Kriteria ruangan ini haruslah memiliki ventilasi memadai guna mencegah kontaminasi bibit oleh bakteri merugikan, selain itu tentu saja harus mudah untuk dibersihkan.

  • Ruang inkubasi
Ruangan inkubasi adalah ruang yang dibutuhkan untuk perbesaran messelium jamur. Ruangan ini dibangun sedimikian rupa untuk dapat menampung sejumlah besar jamur. Ruang inkubasi biasanya memakai rak dari bambu / kayu atau memakai tali plastik rafia yang digantung. Suhu dalam ruang inkubasi sendiri yakni sekitar 22 - 29 derajad celcius dan kelembabannya mencapai 60-80. Kelembaban ini sebenarnya mudah dikondisikan bagi anda yang berada di area dataran tinggi, sedangkan bagi anda yang ada di dataran rendah memerlukan suatu pelatihan khusus untuk mengkondisikannya.

  • Ruang penanaman
Ruang penanaman fungsinya hampir menyerupai ruang inkubasi, hanya saja ruangan ini lebih ditujukan untuk pembesaran akar atau batang dari jamur sampai ke tahap siap panen. Dalam ruangan ini diletakkan alat yang fungsinya sebagai penjaga kelembaban udara yang diatur 80-90% di suhu 16-22 derajad celcius.

2. Bahan dan alat

Sebelum memulai proses budidaya, ada beberapa bahan yang perlu disiapkan semenjak masa pembibitan. Bahan-bahan tersebut diantaranya bekatul, serbuk gergaji, gips, kapur, glukosa, dan tepung jagung. Selain itu ada juga alat-alat yang wajib disiapkan, seperti sekop, cangkul, boiler, totol, sendok bibit, gerobak, mixer, dan centong. 

3 . Proses

  • Pengayakan
Pengayakan sebaiknya segera dilakukan setelah serbuk kayu terkumpul. Tujuannya agar keseragaman serbuk kayu dapat terjaga, sehingga pertumbuhan misela bisa berlangsung secara merata. Untuk alatnya sendiri, bisa dibuat menyerupai ayakan pasir. Jangan lupa untuk mengenakan masker ketika sedang mengayak serbuk kayu. 

  • Pencampuran
Setelah bahan-bahan ditimbang sesuai kebutuhan, lalu dicampur jadi satu bersama serbuk gergaji. Jangan lupa menyiramkan air sebanyak kira-kira 50-60% atau ketika sekiranya serbuk telah menggumpal saat kita kepal, namun tidak mengeluarkan air. Bila sudah demikian, ini tandanya kadar air telah cukup.

  • Pengompresan
Pengompresan merupakan proses pelapukan pada bahan yang caranya dilakukan dengan membumbun campuran tadi (serbuk kayu) lalu menutupnya menggunakan plastik.

  • Pembungkusan (pembuatan baglog)
Proses pembungkusan bisa dilakukan menggunakan plastik jenis polipropilen dan ukurannya juga bisa diatur sesuai kebutuhan. Cara membungkusnya sendiri dimulai dengan memasukkan campuran media tanam ke dalam plastik, selanjutnya dipukul-pukul hingga padat menggunakan botol atau alat sejenis filler, baru disimpan. 

  • Sterilisasi
Sterilisasi bisa dilakukan mempergunakan sterilizer dengan tujuan untuk menonaktifkan bakteri, mikroba, khamir, maupun kapang yang berpotensi mengganggu perkembangan jamur. Sterilisasi bisa dilakukan pada kisaran suhu antara 90 – 100 derajad celcius dalam jangka waktu 12 jam.

  • Inokulasi
Inokulasi merupakan proses memasukan bibit ke dalam wadah berisi media tanam jamur. Media tersebut tentu saja telah disterilisasi sebelumnya. Tiriskan baglog selama semalaman setelah sterilisasi, lalu ambil dan tanam bibit jamur di atasnya menggunakan sendok bibit atau sendok makan sebanyak kurang lebih 3 sendok, kemudian ikat menggunakan karet dan tutupi dengan kapas. 
Untuk bibit sendiri, ada kriteria bibit yang baik untuk jamur tiram:
-  Warna bibit jamur merata 
-  Berasal dari varietas unggul 
-  Tidak terkontaminasi 
-  Umur optimal bibit antara 45 – 60 hari

  • Inkubasi (tahap pertumbuhan miselium) 
Proses inkubasi dilakukan dengan menyimpan baglog dalam ruangan inkubasi. Inkubasi dilakukan sampai seluruh media berubah warnanya menjadi putih merata, umumnya media akan menjadi berwarna putih merata sekitar 40 – 60 hari.

  • Panen 
Panen bisa dilakukan setelah jamur mencapai tingkat pertumbuhan yang cukup optimal. Tahap pemanenan biasanya dilakukan pada lima hari setelah muncul calon jamur. Proses panen sebaiknya dilakukan di pagi hari agar kesegaran jamur terjaga dan memudahkan proses pemasaran.

Tips Menanam Jahe di Rumah

Jahe adalah tanaman herba yang tergolong dalam jenis temu-temuan (Zingiberaceae). Jahe merupakan tanaman rimpang dengan kepopulerannya sebagai bahan obat dan rempah-rempah. Rimpang jahe bentuknya seperti jemari dan menggembung pada ruas-ruas tengahnya. Rasa dominannya adalah pedas panas  yang disebabkan oleh adanya senyawa keton dengan nama zingeron. Jahe sendiri mendapatkan nama ilmiahnya dari seorang Yunani bernama William Roxburgh yakni zingiberi, yang asalnya dari bahasa Sanskerta, yakni singaberi.

Menanam Jahe


Tanaman jahe diperkirakan asalnya dari negara India. Tetapi ada pula pihak yang meyakini asal jahe dari wilayah Cina Selatan. Dari negara India, jahe kemudian dibawa sebagai barang dagangan rempah-rempah sampai ke Tiongkok, Jepang, Asia Tenggara, bahkan Timur Tengah. Selanjutnya pada era kolonialisme, jahe segera mendapatkan kepopulerannya karena sifatnya yang memberikan rasa pedas hangat sehingga jahe langsung menjadi komoditas perdagangan utama di Eropa. Terkait sifat jahe yang hanya dapat bertahan hidup pada daerah tropis, maka penanamannya hanya dapat dilakukan di wilayah katulistiwa contohnya Asia Tenggara, Afrika, dan Brasil. Beruntunglah bagi kita yang tinggal di daerah tropis khatulistiwa karena kita bisa dengan mudah menanam tanaman ini. 

Bagi anda yang gemar memasak, pastinya sering menggunakan jahe sebagai salah satu bumbu masakan anda. Selain membelinya di pasar atau supermarket, sebenarnya anda bisa menanam jahesendiri di halaman rumah anda. Langkah-langkahnya juga cukup mudah. Sebelum itu, sebaiknya anda ketahui terlebih dulu ciri-ciri morfologis tanaman jahe agar anda tidak keliru dalam membedakannya dengan tanaman rimpang sejenis seperti kencur, kunci, atau kunyit.

Ciri morfologis Jahe
Batang jahe adalah batang semu yang tingginya sekitar 30 - 100 cm. Akar jahe berbentuk rimpang, sementara daging akarnya berwarna kuning kemerahan dan baunya menyengat. Sementara daunnya berbentuk sirip yang panjangnya 15 sampai 23 mm, serta berukuran panjang 8 sampai 15 mm. Bagian tangkai daun memiliki bulu halus. Sedangkan bunga jahe biasanya tumbuh dari bagian dalam tanah dengan bentuk bulat telur yang panjangnya sekitar 3,5 sampai 5 cm dengan lebar 1,5 sampai 1,75 cm. 

Mulai menanam jahe
Apabila anda memiliki stok jahe tak terpakai di dapur, daripada dibuang percuma karena tak terpakai (karena semakin lama aromanya berkurang), maka lebih baik anda tanam saja. Anggaplah anda menabung, sebab dari 1 ruas jahe saja bisa menghasilkan lebih dari satu genggam jahe. Namun, waktunya kurang lebih selama 8 bulan kemudian. Masa selama ini memang bukanlah waktu penantian yang sebentar. Namun, sementara menunggu waktu panen tiba, daun jahe bisa anda manfaatkan untuk kebutuhan memasak lainnya (biasanya untuk masakan padang) atau pengobatan tradisional. Menanam jahe sebenarnya juga tidak membutuhkan trik khusus. Tanaman jahe sebenarnya hanya membutuhkan tanah yang tak terlalu padat dan ruang tumbuh cukup. Untuk penanamannya juga bisa dipilih di halaman, pot, atau polybag dengan ukuran setidaknya 40×40 cm.

Media Tanam 
Untuk media tanam, pertama sebaiknya periksa dulu kondisi tanah yang hendak digunakan untuk media tanam jahe. Tanah yang baik untuk penanaman jahe merupakan tanah yang teksturnya tak terlalu padat. Jika tekstur tanah ketika digenggam buyar, maka itulah tanah yang tepat untuk media tanam jahe. Misalkan anda ingin mengkondisikan agar tanah media tanam jahe teksturnya sedemikian rupa, maka buatlah sendiri campurannya dengan komposisi tanah sawah, pupuk kandang dari kotoran kambing yang telah digiling halus, serta pasir malang yang perbandingannya 2 : 2 : 1. Bila tidak ada pasir malang, anda bisa menggantinya dengan tanah got berpasir.

Cara penanaman
Cara penanamannya juga hanya dengan meletakkan jahe pada tempat yang diinginkan pada tanah. Sedangkan untuk lokasi, pilihlah tempat yang sedikit teduh. Lalu tutup seluruh rimpangnya menggunakan tanah, dan siram dengan rutin setiap harinya — utamanya jika tunas dan daun jahe sudah muncul.

Tips agar Jahe tidak kerdil dan banyak 
Ketika sudah muncul satu tunas, biasanya akan disusul dengan kemunculan tunas lainnya. Jika sudah demikian, dalam tempo beberapa bulan saja anda akan memiliki segerombol jahe yang tumbuh berdesak-desakan. Pada kondisi ini, gerombolan jahe tersebut harus cepat dipisahkan menjadi beberapa tanaman terpisah agar tiap rimpangnya memiliki cukup ruang untuk proses perkembangan dan penggemukannya. Untuk pemisahan jahe, sebaiknya dilakukan saat tanaman kira-kira berusia 5 bulan.

Panen Jahe
Ketika tanaman jahe menginjak usia kira-kira 8 bulan, maka anda sudah dapat mengambilnya untuk dikonsumsi. Namun, bila ingin menjadikannya sebagai bibit jahe kembali, maka biarkan tanaman sampai berusia kira-kira 1 tahun, baru kemudian dipanen serta ditanam kembali.

BURUNG DARA


Beternak Burung Merpati


Burung merpati merupakan jenis burung yang bisa dilepas atau diumbar dengan bebas sehingga kita tak perlu harus selalu mengurungnya di dalang kandang. Hal ini demikian karena burung merpati akan kembali menuju kandangnya sendiri, itulah mengapa pada zaman dahulu burung merpati sering dimanfaatkan sebagai pengantar pesan atau merpati pos. Burung merpati termasuk jenis burung yang perawatannya cukup gampang. Untuk melacak keberadaannya sendiri ketika dilepaskan juga tidak terlalu sulit. Bagi anda yang ingin mulai beternak burung merpati, ada baiknya mengetahui dulu cara-caranya. Selain itu, ketahui pula ciri-ciri indukan merpati yang bagus dan unggul agar mendapatkan keturunan unggul pula.  

Untuk indukan, pilihlah merpati yang telah berumur cukup. Ciri-ciri merpati yang bagus untuk indukan adalah sebagai berikut:

Pastikan burung merpati yang anda pilih itu sehat kondisinya. Ciri merpati sehat diantaranya ujung bagian sayapnya tidak nampak turun atau istilahnya melor, mempunyai bulu cukup bagus, dan ketika anda tangkap menggunakan tangan menunjukkan reaksi perlawanan yang besar. 
Usahakan untuk tidak membeli merpati yang sudah berumur tua. Bagi anda yang berniat membeli burung merpati untuk diternak atau sekedar disembelih, hal ini tidak disarankan. 
Daging di area paruh nampak tidak terlalu tipis. Di bagian lubang hidungnya terdapat kerutan daging yang juga tidak tipis. 
Ketika hendak memilih burung merpati diantara berbagai pilihan merpati yang berada dalam satu sangkar, usahakan untuk tidak terlalu dekat atau amatilah dengan agak menjauh ke belakang. Selanjutnya amati tingkah laku burung merpati tersebut. Pilihlah merpati yang terlihat paling dominan atau seolah yang paling menguasai sangkar tersebut diantara lainnya.   
Pelajari juga ciri-ciri induk betina dan pejantannya. Kalau pejantan umumnya memiliki paruh lebih tebal, melebar, dan ukurannya lebih besar; pejantan kepalanya lebih panjang dan besar; dan apabila didekatkan dengan betina atau pejantan lain, ia akan membekur. 

Sistem Kurung dan Lepas Kandang

Beternak burung merpati sendiri sebenarnya susah-susah gampang. Berdasarkan metodenya,  beternak burung merpati terbagi atas dua metode. Yang pertama adalah sistem kurung, dan berikutnya adalah sistem lepas kandang. Sistem  kurung sebenarnya tidak terlalu maksimal dalam prakteknya karena merpati tidak bisa keluar atau bebas lepas dari sangkarnya. Sedangkan burung merpati sendiri adalah jenis burung yang suka bersosialisai dengan cara terbang bebas dan mondar-mandir kesana-kemari. Namun, apabila memang anda berniat memilih metode kurung ini, maka usahakan agar sangkarnya diperbesar.  

Bagi anda yang baru saja membeli burung merpati dari pasar, tentu tidak bisa langsung melepas burung tersebut. Sebaiknya kurung dan beri pakan terlebih dahulu burung merpati tersebut selama beberapa hari. Selama dalam sangkar tersebut, lem atau beri lakban / isolasi pada sayap burung tersebut, tapi usahakan agar tidak merusak bulu-bulu sayapnya. Setelah beberapa hari buka lem pada sayapnya dan biarkan untuk pertama kalinya burung tersebut keluar sendiri dari sangkarnya. Menjelang malam, apabila burung merpati sudah mengetahui jalan kembali pulang ke sangkarnya, itu berarti sudah ada kemajuan. Biarkanlah hal ini berulang berkali-kali selama beberapa hari sampai memungkinkan untuk dilepas. 

Makanan

Untuk makanan yang diberikan, pilihan pakan yang tepat adalah dari jenis biji-bijian seperti jagung dan kacang hijau. Merpati sangat menggemari biji-bijian jenis ini. Merpati dewasa umumnya membutuhkan pakan sekitar 150 gram dalam sekali makan untuk sepasangnya (masing-masingnya 75 gram). Usahakan untuk memeriksa kondisi makanan dan ketersediaan minumannya dalam kandang. Kandang merpati sendiri sebaiknya selalu anda perhatikan agar senantiasa bersih dan terjaga kesehatannya

Mengawinkan

Dalam beternak burung merpati, proses penjodohan merpati sebenarnya tidak terlalu susah.  Untuk mengawinkan merpati ada trik-trik yang perlu diketahui. 

Pertama, kumpulkan beberapa burung merpati dalam satu sangkar selama seminggu lamanya, hal ini untuk mengetahui terbentuknya pasangan diantara beberapa burung tersebut. Pasangan merpati yang telah terbentuk tidak akan lagi terpisah kecuali kalau memang sengaja dipisahkan. Bila sudah demikian, pisahkan pasangan merpati tersebut ke dalam suatu sangkar tersendiri. 
Setelah mengandangkan pasangan merpati yang telah terbentuk tadi ke dalam satu sangkar, tutup sangkar (pagupon) di malam hari. 
Menjelang pagi, mandikan burung dan jemur di bawah cahaya matahari. Lebih bagus bila pejantan dan betina dipisahkan ketika dimandikan, namun masih dalam satu sangkar. Setelah kering, masukkan kembali burung ke dalam sangkarnya dan beri makan. 
Anda bisa mengulangi langkah kedua hingga keempat sampai sekitar 3 hari. Hal ini dilakukan agar pasangan burung tersebut bisa ‘jodoh’ atau istilah jawanya templek. Perlu anda ketahui bahwa ketika kondisi templek atau jodoh sudah terjadi, bagi anda yang ingin mengikutsertakan merpati dalam adu balap merpati, mungkin inilah saat yang tepat. Dalam kondisi templek, indukan pejantan biasanya akan bersikap agresif dan selalu membuntuti betina kemanapun ia pergi. Sehingga bila sudah mencapai kondisi ini, pejantan sudah dapat dilepas dan ia akan mampu melacak betinanya. Hal ini berlangsung sampai burung tersebut bertelur.

Ketika merpati sudah siap untuk bertelur, anda bisa membantu burung tersebut untuk melancarkan proses pengeramannya. Yang dimaksudkan disini, sediakan ranting-ranting kecil semacam kayu-kayuan, jerami, tali-tali bekas, batang lidi, atau sejenis itu di sekitar sangkar yang sekiranya dapat dirangkai oleh merpati untuk dijadikan alas pengeraman telur. Burung merpati memiliki kemampuan untuk melacak benda-benda tersebut untuk kemudian dirangkainya sendiri menjadi alas pengeraman. 

Pengeraman telur

Setelah merpati bertelur, proses selanjutnya yang dilalui adalah pengeraman telur. Burung merpati hanya mengerami telurnya selama kurang lebih 19-22 hari saja. Selama itu, tidak semua telur merpati akan menetas. Seekor burung merpati biasanya hanya menghasilkan 2 telur saja, 3 telur biasanya cukup jarang. Ketika telur sudah menetas, berilah pakan sejenis jagung yang teksturnya lebih halus pada burung indukan. Si induk kemudian akan menyuapkan pakan tersebut pada piyik  yang baru menetas tadi. Setelah kira-kira 2-3 minggu berselang, induk merpati tersebut akan mulai bertelur kembali. Bila anda bermaksud untuk mengkonsumsi anak merpati tersebut, tunggulah sampai umurnya mencapai kira-kira 4-5 minggu. Bila anak merpati tersebut hendak dipelihara terus agar bertelur, maka pisahkan piyik dari induknya setelah ia berumur sekitar 6-7 minggu. Tempatkan ia menjadi satu kandang jantan serta betina agar telurnya bisa menetas. Sekedar anda ketahui bahwa telur yang berasal dari merpati betina tanpa melalui proses perkawinan tidak akan dapat menetas menjadi anak piyik.

Selasa, 17 Desember 2013

Nama-Nama Tanaman Tradisional Untuk Kesehatan

temulawak
Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) yang termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia. Namun demikian Penyebaran tanaman Temulawak banyak tumbuh di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan. Karakteristik Temulawak tumbuh sebagai semak tanpa batang. Mulai dari pangkalnya sudah berupa tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 m s/d 2,5 m. Daunnya panjang bundar seperti daun pisang yang mana pelepah daunnya saling menutup membentuk batang. Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 750 m diatas permukaan laut, tanaman ini bisa dipanen setelah 8-12 bulan dengan ciri-ciri daun menguning seperti mau mati. Umbinya akan tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau coklat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit agak pedas. temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh. Dengan banyak manfaat yang nyata secara medis tersebut maka pemerintah mencanangkan “Gerakan Minum Temulawak” sejak 2 tahun yang lalu.
2. KUNYIT
kunyit
Manfaat Tanaman Obat Kunyit. Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.
3. BELIMBING WULUH
belimbing-wuluh
Blimbing Wuluh menyebuhkanGusi berdarah  Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin tiap hari  Dua buah belimbing wuluh dimakan tiap hari Blimbing Wuluh sebagai Obat Gondongan  1/2 genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dgn 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yg gondongan.  10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yg sakit. Blimbing Wuluh sebagai Obat Rematik  Segenggam daun belimbing wuluh dicuci tumbuk sampai halus tambahkan kapur sirih gosokkan ke bagian yg sakit.  100 gr daun muda belimbing wuluh 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus tambahkan cuka secukup sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yg sakit.  5 buah belimbing wuluh 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.) 15 biji cengkeh 15 butir lada hitam dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai utk menggosok dan mengurut bagian tubuh yg sakit. Lakukan 2-3 kali sehari. Blimbing Wuluh sebagai Obat Sariawan  10 kuntum bunga belimbing wuluh asam jawa gula aren direbus dgn 3 gelas air sampai air tinggal 3/4 saring minum 2 kali sehari.  Segenggarn bunga belimbing wuluh gula jawa secukup dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring dipakai utk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.  2/3 genggam bunga belimbing wuluh dicuci lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sehari 3 kali 3/4 gelas. 3 buah belimbing wuluh 3 butir bawang merah 1 buah pala yg muda 10 lembar daun seriawan 3/4 sendok teh adas 3/4 jari pulosari dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 3 sendok makan minyak kelapa diperas lalu disaring. Dipakai utk mengoles luka-luka akibat sariawan 6-7 kali sehari. Blimbing Wuluh sebagai Obat Sakit gigi  Lima buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih dikunyah dgn garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya. Blimbing Wuluh sebagai Obat Pagel linu  Satu genggam daun belimbing wuluh yg masih muda 10 biji cengkeh 15 biji lada digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yg sakit Blimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Panu  Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus tambahkan kapur sirih sebesar biji asam diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai utk menggosok kulit yg terserang panu. Lakukan 2 kali sehari
4. BAWANG PUTIH
bawang-putih
Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung. Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai berikut : a. Bawang putih Flu dan Batuk. Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Bagaimana cara memanfaatkannya? Makanlah bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau tambahkan bawang putih pada masakan. Anda juga dapat membuat obat batuk dengan resep ini : Hancurkan bawang dan masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat. b. Bawang Putih dan Kolesterol Sekarang ada lebih dari 12 studi yang dipublikasikan di seluruh dunia yang memastikan bahwa bawang putih dalam berbagai bentuk dapat menurunkan kolesterol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bawang ini dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawata c. Bawang Putih dan Kanker Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.
6. JAHE
jahe-hanjuang
Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif antipenuaan. Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak/membran dari oksidasi, menghambat oksidasi kolesterol, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Berbagai manfaat jahe yang secara tradisional sudah dikenal luas adalah seperti berikut ini: Masuk angin Ramuan: Ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya . Didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah) Ramuan: Ambil jahe seibu jari, bakar lalu memarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekaligus. Minum tiga kali sehari. Mencegah mabuk kendaraan Ramuan: Ambil jahe seibu jari, cuci dan iris tipis-tipis, lalu rebus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan. Terkilir Ramuan: Ambil jahe lebih kurang dua ruas. Cuci bersih lalu parut, tambahkan sedikit garam. Balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan dua kali sehari.

Rabu, 18 April 2012

Bagian-bagian kapal

Bagian-bagian kapal yang penting ditunjukkan dalam gambar berikut, gambar ini tidak berbeda banyak dari kapal sungai.
Bagian-bagian kapal
Berdasarkan gambar, bagian-bagian utama kapal terdiri dari: 1: Cerobong; 2: Buritan; 3: Propeller; 4: Kulit kapal; 5: Mesin; 6: Lampu sorot; 7: Haluan; 8: Geladak utama; 9: Bangunan atas (Superstructure) di mana ditempatkan anjungan kapal, kabin untuk awak.
Pada kapal penyeberangan Ro-ro masih dilengkapi dengan pintu rampa yang terletak pada haluan dan buritan kapal.
Secara umum pada prinsipnya kapal penyeberangan dan kapal perairan pedalaman dengan yang kapal yang digunakan dilaut memiliki karakteristik yang sama kecuali pada bagian tertentu di mana kapal penyeberangan dilengkapi dengan sistem pintu pendarat (ramp door) untuk naik turun penumpang dan kendaraan serta pola sandar pada dermaga yang menggunakan dermaga khusus untuk kapal penyeberangan.


Lambung Kapal

bentuk lambung kapal
Lambung kapal atau dalam bahasa Inggris disebut hull adalah badan dari perahu atau kapal. Lambung kapal menyediakan daya apung (Bouyancy) yang mencegah kapal dari tenggelam yang dirancang agar sekecil mungkin menimbulkan gesekan dengan air, khususnya untuk kapal dengan kecepatan tinggi.
Rancang bangun lambung kapal merupakan hal yang penting dalam membuat kapal karena merupakan dasar perhitungan stabilitas kapal, besarnya tahanan kapal yang tentunya berdampak pada kecepatan kapal rancangan, konsumsi bahan bakar, besaran daya mesin serta draft/ sarat kapal untuk menghitung kedalaman yang diperlukan dalam kaitannya dengan kolam pelabuhan yang akan disinggahi serta kedalaman alur pelayaran yang dilalui oleh kapal tersebut.


Bentuk lambung

Lambung kapal dapat berbentuk:
Bentuk lambungKeterangan
Lambungdatar.jpg
Kapal lambung datar
Kapal dengan lambung datar ini merupakan kapal yang bisa digunakan pada perairan tenang. Biasanya digunakan untuk kapal dengan kecepatan rendah. Banyak digunakan untuk kapal tangker, tongkang Draft kapal biasanya lebih kecil. Untuk meningkatkan stabilitas biasanya titik berat kapal diturunkan
Lambungkatamaran.jpg
Katamaran
Kapal dengan beberapa lambung ini mempunyai kestabilan yang tinggi, namun gelombang yang ditimbulkan lebih kecil sehingga merupakan kapal yang sesuai untuk dioperasikan di sungai, tetapi diperairan yang bergelombang dampaknya terhadap goyangan di kapal tinggi.
Lambungv.jpg
Lambung V
Merupakan kapal dengan lambung lancip seperti huruf V yang mempunyai hambatan yang kecil sehingga lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar. Kapal yang demikian biasanya digunakan untuk kapal kecepatan tinggi.
Lambungterowongan.jpg
Lambung terowongan
Lambung seperti ini dimaksudkan untuk mengurangi gesekan, berbeda dengan katamaran karena sudut bagian dalam lancip sehingga mempermudah manuver kapal.
Lambungponton.jpg
Kapal ponton
Kapal yang dibangun diatas ponton, kapal seperti ini sangat stabil, dan dapat dijalankan dengan mudah menggunakan mesin tempel atau ditarik dengan kabel untuk penyeberangan sungai. Tidak efisien bila dihunakan untuk pelayaran jarak jauh.
Desain lambung mempengaruhi kecepatan, semakin streamline semakin cepat. Demikian juga dalam hal penggunaan energi. Tetapi di lain pihak, muatan yang bisa diangkut akan lebih rendah, sehingga kapal barang, tangker akan lebih sesuai untuk menggunakan bentuk lambung di datar.


Perbandingan lambung datar dengan lambung V


Keuntungan Bentuk Lambung datar
  • Pada lambung datar, stabilitas relatif lebih baik karena pada bentuk datar mempunyai momen kopel lebih besar pada sudut oleng yang sama jika dibandingkan dengan bentuk V.
  • Pada lambung datar, daya muat lebih besar oleh karena coefisient block (Cb) lebih besar.
  • Bentuk lambung datar diperoleh nilai periode oleng lebih baik karena nilai momen inersia massa total kapal lebih besar dari bentuk V.
  • Untuk daya muat yang sama, lambung datar draft lebih rendah dari lambung berbentuk V sehingga dapat berlayar di shallow water.

Keuntungan Bentuk Lambung V
  • Pada lambung berbentuk V untuk kecepatan rancangan yang sama, diperoleh besaran daya mesin yang lebih kecil dari bentuk lambung datar.
  • Bentuk lambung V, kemampuan sea keeping dan manouvering kapal lebih baik dari bentuk lambung datar oleh karena bentuk lambung yang ramping.
  • Kebutuhan bahan bakar untuk kecepatan mesin yang sama lebih rendah dari bentuk lambung V oleh karena nilai tahanan kekentalan (viscous resistance) lebih kecil dari bentuk lambung datar.
  • Namun mempunyai tahanan gelombang (wave resistance) yang lebih besar karena mempunyai lebar yang lebih pada garis air muat.


Kulit kapal

Kulit kapal merupakan permukaan kapal yang terbuat[1] dari plat–plat baja, kayu atau aluminium yang disambung menjadi lajur yang terdapat pada badan kapal biasa disebut dengan kulit kapal atau disebut juga ship shell. Kegunaan kulit kapal:
  1. Untuk memberikan kekuatan struktur membujur kapal.
  2. Menerima beban dari kapal dan muatannya.
  3. Merupakan penutup kedap air dari dasar hingga bagian atas kapal.
  4. Lajur kulit kapal diberi nama dengan abjad a,b,c,d dan seterusnya mulai dengan lajur dasar.
  5. Sambungan plat diberi nama dengan angka 1,2,3 dan seterusnya dari depan ke belakang.
Bahan moderen yang kerap digunakan dalam pembuatan kapal kecil yang banyak ditemukan dalam pelayaran pedalaman adalah serat kaca[2] atau yang dikenal sebagai fiber-glass, yang proses pembuatannya tidak sulit, tetapi dibutuhkan cetakan kulit lambung kapal.


Sekat Pelanggaran

Pada kapal sekat pelanggaran ini ditentukan letaknya yaitu 5% dari panjang kapal pada garis air dihitung dari haluan kapal. Pada kapal panjang ditambah 10” ( feet ).

Kegunaan
Sekat pelanggaran memiliki berbagai kegunaan yaitu:
  • Mencegah kebocoran.
  • Memperkuat melintang kapal setempat.
  • Jika terjadi kebocoran pada kapal, maka kapal dapat berlayar pelan-pelan dengan menggunakan sekat pelanggaran.

Ketentuan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan sekat pelanggaran adalah:
  • Sekat pelanggaran ini harus lebih tebal dari pada sekat kedap air lainnya.
  • Batas penguat harus ditaruh pada bagian muka sekat Pelanggaran masing-masing berjarak 24”.
  • Baja siku dipasang pada bagian sekat pelanggaran.


Sekat Belakang

Pada sekat belakang pada bagian lobang baling-baling harus ditambah plat yang lebih tebal 22 mm untuk menahan getaran baling-baling. Bagi penguat yang terletak di bagian belakang kapal, masing-masing berjarak 24” dan baja siku keliling diletakkan pada bagian muka kapal.


Lunas

Lunas adalah bagian terbawah dari kapal, lunas terdiri dari berbagai jenis yaitu lunas dasar, lunas tegak dan lunas lambung. Lunas dasar merupakan lajur kapal pada dasar yang tebalnya +/- 35 % dari pada kulit kapal lainnya. Sedangkan lunas tegak ialah lunas yang tegak sepanjang kapal , tebalnya 5/8 lebih besar daripada lunas dasar pada 4/10 bagian lunas tegak di tengah–tengah kapal. Kapal besar pada umumya memiliki lunas lambung yang berfungsi untuk melindungi kapal bila kandas. Lunas lambung ini biasanya terdapat 1/4 - 1/3 dari panjang kapal pada bagian tengah yang berfungsi juga untuk mengurangi olengan kapal.


Anjungan

Anjungan kapal sungai
Anjungan (bridge) adalah ruang komando kapal di mana ditempatkan roda kemudi kapal, peralatan navigasi untuk menentukan posisi kapal berada dan biasanya terdapat juga kamar nakhoda dan kamar radio.
Anjungan biasanya ditempatkan pada posisi yang mempunyai jarak pandang yang baik ke segala arah.

[sunting]Perlengkapan anjungan

Alat-alat yang melengkapi anjungan modern antara lain:
  • Roda kemudi,
  • Radar
  • Global Positioning Satelite atau dikenal sebagai GPS,
  • Radio komuniasi
  • Perangkat komando ruang mesin
  • Kompas
  • Teropong


Geladak

Geladak dalam bahasa Inggrisnya deck adalah lantai kapal. Nama–nama geladak ini tergantung dari banyaknya geladak yang ada di kapal tersebut. Pada umumnya geladak yang berada di bawah dinamakan geladak dasar sedangkan geladak yang di atas dinamakan geladak atas atau geladak utama (main deck). Bila antara geladak dasar dan geladak atas terdapat geladak lagi, maka geladak tersebut dinamakan geladak antara.


Konstruksi geladak


Geladak besi
Kapal-kapal besi umumnya menggunakan geladak yang terbuat dari plat baja, yang dilas satu dengan yang lainnya dari kedua arah (atas dan bawah). Plat baja ini bertumpu pada gading-gading (kerangka) kapal. Pada kapal Ro-ro/penyeberangan geladak kendaraan harus mampu untuk menahan beban kendaraan beserta muatannya.

Geladak kayu
Geladak terbuat dari papan kayu yang tahan terhadap air laut yang disusun berdampingan dan bertumpu ke gading-gading kapal. Untuk membuat geladak kedap terhadap air, celah di antara papan yang digunakan diisi dengan serat tahan air dan diikat/direkatkan dengan tar atau resin. Geladak kayu digunakan pada kapal-kapal pinisi, yach atau kapal kayu.

Geladak serat kaca
Bahan modern yang banyak digunakan pada kapal-kapal kecil adalah geladak yang terbuat dari kaca serat atau yang dikenal fiber glass yang mudah dibuat dan ringan. Serat kaca juga digunakan untuk melapis geladak kayu agar lebih kedap air serta tahan lebih lama.


Gading

Merupakan rangka dari kapal di mana kulit–kulit kapal diletakkan. Nama dari gading disesuaikan dengan tempatnya. Gading yang terletak di sekitar haluan disebut gading haluan. Gading yang terletak pada tempat yang terlebar dari kapal disebut gading besar sementara gading yang terletak di sarung poros baling–baling disebut gading kancing. Gading–gading ini mempunyai jarak antara satu dan lainnya kira–kira 21–37 inci sesuai dengan ukuran kapal dan diberi nomor urut mulai nol yang dimulai dari belakang.


Lajur Geladak

Bagian ini biasanya terbuat dari kayu yang melapisi geladak baja. Untuk itu kayu lajur geladak ini harus memenuhi kriteria berikut:
  1. Cukup keras, tahan lama, dan daya serap air harus sekecil mungkin.
  2. Dalam perubahan suhu, perubahan kembang dan menyusut harus sekecilnya.
  3. Tidak mengandung bahan kimia yang merusak baja.
  4. Harus cukup kering.
  5. Harus bersih dari serat-serat licin.
Untuk itulah maka lapisan ini biasanya terbuat dari bahan kayu teak sejenis Jati (di Indonesia) dan atau kayu Cemara.


Bak

Pada umumnya kapal memiliki satu gudang mini yang dipergunakan untuk memperlancar kegiatan deck terutama pada saat sandar dan lepas sandar. Untuk itu disediakan satu ruangan yang biasa disebut bak. Bak adalah bagian bangunan kapal yang ada di ujung depan kapal, digunakan untuk menyimpan alat tali menali kapal dan rantai jangkar.


Dimensi Kapal

Dimensi kapal


Panjang kapal

Panjang Kapal (Length) pada umumnya terdiri dari LOA (Length Over All), LWL (Length on designes water Line), dan LBP (Length Beetwen Perpendicular).


LOA (length over all)

Secara definisi LOA adalah panjang keseluruhan kapal yang diukur dari ujung haluan kapal terdepan sampai pada ujung belakang buritan kapal. Merupakan ukuran utama yang diperlukan dalam kaitannya dengan panjang dermaga, muatan, semakin panjang LOA semakin besar kapal berarti semakin besar daya angkut kapal tersebut.


LWL (length water line)

LWL adalah panjang kapal yang diukur dari perpotongan garis air pada haluan kapal sampai buritan kapal pada garis air, atau dengan kata lain adalah panjang bagian kapal yang berada di bawah garis air.


LBP (length between perpendicular)

LBP adalah panjang antara 2 (dua) garis tegak kapal yang diukur dari tinggi haluan kapal pada garis air sampai tinggi kemudi.

Lebar

Lebar dan kedalaman kapal merupakan ukuran utama lainnya dalam menentukan ukuran-ukuran kapal. Ada beberapa ukuran lebar yang biasa digunakan dalam pengukuran dimensi lebar kapal yaitu Breadth Extreme/maximum breadth dan Breadth Moulded.


Breadth Extreme

Lebar kapal merupakan besaran yang diukur dari kulit kapal bagian terluar (starboard=sisi kiri) sampai kulit kapal bagian luar sisi lainnya (port=sisi kanan) termasuk jika ada bagian geladak yang menonjol keluar melampaui lambung kapal.


Breadth moulded

Lebar menurut mal ialah lebar yang diukur dari bagian luar gading-gading pada satu sisi ke gading-gading sisi yang lain.


Dimensi Vertikal


Sarat air (d) atau (T)

Sarat air atau dikenal sebagai sebagai draught adalah jarak tegak antara lunas (keel) sampai garis air muat, maksimumnya ditetapkan sebagai batas lambung timbul (freeboard). Sarat air biasa disimbolkan dengan huruf ”d” atau “T”. Sarat kapal sangat ditentukan beberapa faktor seperti model lambung kapal, termasuk di dalamnya dimensi kapal rancangan itu sendiri, muatan (payload), berat konstruksi, suhu air serta viskositas air di mana kapal dioperasikan.


Dalam (depth) / Tinggi geladak

Depth moulded (dalam) menurut mal adalah kedalaman atau tinggi yang diukur dari bagian atas lunas sampai bagian bawah geladak yang terendah di tengah-tengah panjang kapal (LBP).


Lambung bebas minimum (f)

Lambung bebas minimum (Min. freeboard), ialah jarak vertikal antara garis geladak bagian atas sampai dengan lingkaran Plimsol Mark (garis muat). Semakin besar muatan kapal, benaman kapal yang tercelup ke dalam air semakin dalam sampai batas aman yang ditandai dengan Plimsol Mark. Sedang lambung bebas (freeboard) adalah jarak vertikal antara garis geladak bagian atas sampai garis air.


Koefisien Kapal

Koefisien kapal merupakan suatu besaran yang merupakan fungsi dari dimensi utama kapal (main dimension). Koefisien–koefisien yang diperoleh akan digunakan dalam perhitungan rancangan kapal. Jenis koefisien kapal adalah sebagai berikut:


Koefisien Bentuk (Cb)

Koefisien bentuk dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

C_b = \frac {V}{L_{pp} \cdot B \cdot T}
Dimana :
V = Volume Carena
L = Panjang Garis Air
B = Lebar Kapal
T = Sarat Kapal
Koefisien bentuk ini berfungsi untuk mengetahui bentuk lambung dari sebuah kapal rancangan yang mana semakin besar nilai sebuah koefisien bentuk, maka berdampak pada bentuk lambung yang gemuk. Sebaliknya pun demikian. Dalam Buku Teori Bangunan Kapal diberikan nilai batasan koefisien bentuk yaitu: (0,20 – 0,84). Untuk rancangan kapal–kapal penyeberangan yang ada sekarang pada umumnya menggunakan Cb yang besar. Hal ini bertujuan untuk mencapai sebuah kapasitas ruang muat yang lebih besar meski tidak sedikit yang menggunakan nilai Cb yang relatif kecil.


Koefisien Water Line (Cwl) dan Koefisien Midship (Cm)


Koefisien Water line

Koefisien Water line (CW) - (range: 0,70 – 0,90). adalah luas bagian kapal yang berada digaris air dibagi panjang pada garis air dikali lebar kapal. Nilai yang kecil menunjukkan kapal yang streamline seperti pada kapal layar atau kapal penumpang sedangan nilai yang besar menunjukkan kapal kecepatan rendah yang digunakan pada kapal barang atau kapal tangker.

C_w = \frac {A_w}{L_{pp} \cdot B}


Koefisien midship

Koefisien Midship (CM) - (range: 0,50 – 0,995) adalah potongan melintang pada bagian tengah kapal, atau bagian terbesar yang dibagi dengan lebar (beam) x draft. Yang merupakan ratio antara bagian yang berada dibawah air dengan luas pesegi antara lebar dengan draft. Nilai yang kecil menunjukkan kapal yang streamline yang biasanya ditemukan pada kapal layar dan nilai yang besar biasanya pada kapal barang atau tangker.

C_m = \frac {A_m}{B \cdot T}


Koefisien prismatik

Koefisien prismatik adalah volume dibagi dengan panjang pada garis air dikali luas potongan dibawah garis air. Angka yang rendah menunjukkan bagian tengah kapal yang penuh sedang ujung-ujung yang lancip yang biasa digunakan pada kapal kecepatan tinggi sedangkan angka yang besar digunakan pada kapal kecepatan rendah.

C_p = \frac {V}{L_{pp} \cdot A_m}


Perbandingan Ukuran Utama Kapal

Perbandingan ukuran utama kapal menentukan karakteristik sebuah rancangan kapal. Secara terperinci rasio ukuran utama dapat kita lihat sebagai berikut:
  • B/T : Ratio ini menunjukkan karakteristik stabilitas kapal
  • L/B : Ratio yang menunjukkan maneuvering kapal
  • L/D : Ratio yang menunjukkan kekuatan konstruksi kapal, khususnya kekuatan memanjang
  • B/T yang rendah akan mengurangi stabilitas kapal, sebaliknya B/T yang tinggi akan membuat stabilitas kapal menjadi lebih baik.
  • L/B yang kecil akan memberikan kemampuan stabilitas yang lebih baik akan tetapi dapat juga menambah tekanan kapal
  • L/B yang besar mengurangi kemampuan olah gerak (maneuver) kapal dan mengurangi pula stabilitas kapal
  • L/D yang besar akan mengurangi kekuatan memanjang kapal, sebaliknya L/D yang kecil akan menambah kekuatan memanjang kapal.
  • D/T : Ratio yang menunjukkan lambung timbul kapal, terutama berhubungan dengan daya apung cadangan


Ukuran Berat Kapal

Untuk menyatakan ukuran suatu kapal dalam sebuah kapal rancangan, dapat ditentukan berdasarkan spesifikasi muatan kapal. Spesifikasi muatan kapal tersebut dapat ditinjau sebagai berikut:
  • Ukuran menurut isi kapal.
  • Atau ukuran menurut bobot atau berat kapal.
  • Daya mesin kapal.
Bagi usaha penyeberangan, umumnya dalam pemilihan kapal akan mengambil kapal yang memiliki ruangan yang dapat menampung kendaraan yang akan diseberangkan sebanyak mungkin, bahkan ruangan yang lebih dari satu dek (geladak), agar daya muat kendaraannya besar. Sedang untuk angkutan sungai dan danau yang dipentingkan adalah muatan penumpang atau barang yang bisa diangkut. Untuk mengetahui daya muat atau ruang yang luas adalah ukuran menurut isi kapal, tepatnya net registered tonnage (NRT)


Ukuran Menurut Isi

Untuk mengetahui tonnage isi kapal, diukur ruangan dalam kapal dengan alasan bahwa ruangan yang tertutup dan digunakan untuk pemuatan barang (di bawah atau di atas geladak) adalah faktor penting penentuan daya pendapatan (earning power) suatu kapal. Oleh karenanya ruangan tersebut dijadikan sebagai dasar perhitungan untuk pengukuran dan sebagai batas perhitungan ukuran, diambil tonnage dek (geladak ukur), yaitu geladak teratas untuk kapal yang memiliki kurang dari 3 dek lengkap (continous deck) atau geladak lengkap kedua dari bawah bagi kapal yang memiliki deck lengkap lebih dari 2 buah geladak lengkap.
Ada 2 macam ukuran menurut isi kapal yaitu Gross Tonage (GR) dan Net Tonage (NT)


Gross Tonnage (GT)

Gross Tonnage atau dulu disebut Gross Register Tonnage atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tonase kotor yaitu jumlah seluruh ruangan di bawah geladak ukur (Tonnage deck) dan ruangan-ruangan tertutup yang ada di atasnya dan dikurangi dengan ruangan-ruangan tertentu, yakni: ruangan cahaya dan angin, rumah kemudi (Wheelhouse), dapur, tangga, WC, hatchways di atas ½ % dari gross tonnage dan ruangan-ruangan yang menurut peraturan pengukuran terbuka (seperti open shelter deck). GRT ini untuk mendapatkan kapal-kapal (ship registration), surat ukur kapal. Arti ton dalam hal ini diartikan sebagai isi atau registered ton. Satu (1) ton sama dengan 100 cubicfeet atau sama dengan 2,83 M3 (1 M3 = 35,3165 cf).
Badan yang melakukan pendaftaran kapal ini (badan swasta) disebut classification society, yang akan menerbitkan sertifikat klasifikasi. Badan ini mengikuti pertumbuhan kapal, mulai dari pembuatan sampai dengan pemusnahan (from the cradle to the grave). Beberapa badan klasifikasi di dunia:
  • Lloyd’s Register of shiping (L_R) di London.
  • American Bureau of shipping (A-B) di New York.
  • Bureau Veritas (B-V) di Paris.
  • Nopske Veritas (N-V) di Oslo.
  • Germanische Lloyd (G-L) di Berlin.
  • Registro Italion (R-I) di Roma.
  • Nippon Kaiji Kyokai (N-K) di Tokyo.
  • Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Jakarta.

Perhitungan
Perhitungan tonase kotor dijelaskan di dalam Regulation 3 dari Annex 1 dalam The International Convention on Tonnage Measurement of Ships, 1969. Tergantung dari dua variabel:
V adalah total volume dalam meter kubik (m³), dan
K1 adalah faktor pengali berdasarkan volume kapal.
Faktor pengali K mempengaruhi persentase volume kapal yang dinyatakan sebagai tonase kotor. Untuk kapal kecil nilai K lebih kecil, sedang untuk kapal besar nilai K lebih besar. Nilai K bervariasi pada rentang antara 0.22 sampai 0.32 dan dihitung dengan rumus:
 K_1 = 0.2 + 0.02 \cdot log_{10}(V)
Setelah V dan K diketahui, tonase kotor dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
GT = K_1 \cdot V
Sebagai contoh, kita dapat menghitung tonase kotor suatu kapal dengan volume sebesar 10,000 m³.
K1 = 0.2 + 0.02 × log10(V)
= 0.2 + 0.02 × log10(10,000)
= 0.2 + 0.02 × 4
= 0.2 + 0.08
= 0.28
Jadi besarnya tonase kotor/GT adalah:
GT = K1 × V
= 0.28 × 10,000
= 2,800 tons


Net Tonnage (NT)

NT atau sering juga disebut Regitered ton atau Net Tonnage, diperoleh dari pengurangan Gross Tonnase dengan isi ruangan-ruangan tempat kediaman awak kapal, (kamar nakhoda dan perwira-perwira, ruangan navigasi, tempat alat-alat serang (boatswain) tempat air ballast dan air minum, tempat pompa-pompa, mesin Bantu (donkey) dan ketel (boiler) tempat penyimpanan layar (tidak boleh lebih dari 21/2 % tempat mesin kapal). Berarti bahwa net tonnage adalah jumlah seluruh isi ruangan kapal yang tersedia untuk keperluan pengangkutan barang muatan atau barang dagangan.
Contoh Perhitungan
Untuk kapal dengan penumpang 12 orang atau kurang:
Dasar perhitungan tonase bersih berdasarkan ketentuan [3] tergantung kepada variabel berikut:
V adalah total volume cargo dalam meter kubik (m³).
D adalah jarak bagian atas lunas sampai bagian tepi bawah geladak dalam meter.
d, adalah draft dalam meter.
Langkah pertama dalam menghitung NT adalah menghitung nilai K2, yang tergantung kepada Vc. Yang diperoleh dengan menggunakan rumus berikut:
 K_2 = 0.2 + 0.02 \cdot log_{10}(V_c)
Selanjutnya dengan menggunakan ketiga nilai tersebut perhitungan NT diperoleh dari rumus:
 NT = V_c \cdot K_2 \cdot (4d/3D)^2
Di mana faktor (4d/3D)2 tidak boleh melebihi 1, dan nilai Vc × K2 × (4d/3D)2 tidak melebihi 0.25 GT, dan nilai akhir NT tidak boleh diterima bila hasilnya kurang dari 0.30 GT.
Untuk kapal dengan penumpang 13 orang atau lebih:
Dalam menghitung NT untuk kapal-kapal yang diizinkan mengangkut 13 atau lebih penumpang digunakan tambahan 3 variabel lain:
GT adalah Tonase kotor kapal.
N1 adalah jumlah penumpang di dalam kabin dengan tidak lebih dari 8 tempat.
N2 adalah jumlah penumpang lainnya,
Pertama sekali dihitung pengali K3 atas dasar GT dengan menggunakan rumus berikut:
K_3 = \frac {1.25 \cdot (GT + 10,000)}{10.000}

Selanjutnya dapat dihitung tonase bersih:
NT = V_c \cdot  K_2 \cdot  (4d/3D)^2 + K_3 \cdot  (N_1 + N_2/10)
Di mana faktor (4d/3D)2 tidak boleh melebihi 1, sehingga Vc × K2 × (4d/3D)2 tidak akan lebih dari 0.25 GT, dan nilai akhir dari NT tidak boleh diterima kalau kurang dari 0.30 GT.


Ukuran Menurut Bobot

Ukuran menurut bobot atau berat kapal, digunakan satuan longton ( 1 longton = 224 pound / lbs = 1.016 kg) atau satuan short ton (1 short ton = 907, 18 Kg), namun kalau tidak dinyatakan lain maka ton berat adalah longton. Ada 2 macam ukuran ton berat, yaitu:
  1. Tonase bobot mati (Inggris: deadweight tonnage disingkat DWT) adalah jumlah bobot/berat yang dapat ditampung oleh kapal untuk membuat kapal terbenam sampai batas yang diizinkan dinyatakan dalam long ton atau metrik ton. Batas maksimum yang diizinkan ditandai dengan plimsol mark pada lambung kapal. Tonase bobot mati didefinisikan sebagai perjumlahan dari bobot/berat berikut ini: muatan barang, bahan bakar, air tawar, air ballast, barang konsumsi, penumpang, awak kapal.
  2. Berat benaman atau disebut juga sebagai displacement tonnage adalah bobot yang sesungguhnya dari keseluruhan kapal, merupakan jumlah dari DWT dan LWT. Kalau tanpa muatan dan BBM, disebut LIGHT DISPLACEMENT, yang terdiri dari berat baja kapal, berat peralatan dan mesin penggerak beserta instalasi pembantu. Kalau termasuk muatan, BBM dan berat kapal sampai pada garis muat yang terdalam (to her deepes mark) disebut HEAVY DISPLACEMENT.


Stabilitas Kapal

Salah satu penyebab kecelakaan kapal di laut ,baik yang terjadi di laut lepas maupun ketika di pelabuhan, adalah peranan dari para awak kapal yang tidak memperhatikan perhitungan stabilitas kapalnya sehingga dapat mengganggu keseimbangan. Secara umum akibatnya dapat menyebabkan kecelakaan fatal seperti kapal tidak dapat dikendalikan, kehilangan keseimbangan dan bahkan tenggelam yang pada akhirnya dapat merugikan harta benda, kapal, nyawa manusia bahkan dirinya sendiri. Sedemikian pentingnya pengetahuan menghitung stabilitas kapal untuk keselamatan pelayaran, maka setiap awak kapal yang bersangkutan bahkan calon awak kapal harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kondisi stabilitas kapalnya sehingga keselamatan dan kenyamanan pelayaran dapat dicapai.


Titik-Titik Penting dalam Stabilitas

Titik-titik penting stabilitas kapal
Titik-titik penting dalam stabilitas antara lain adalah titik berat (G), titik apung (B) dan titik M.
M - Metacenter
G – Titik berat (Centre of Gravity)
B – Titik apung (Centre of Buoyancy)
K – Lunas/Keel


Titik Berat (Centre of Gravity)

Letak titik berat kapal di perairan
Titik berat (center of gravity) dikenal dengan titik G dari sebuah kapal, merupakan titik tangkap dari semua gaya-gaya yang menekan ke bawah terhadap kapal. Letak titik G ini di kapal dapat diketahui dengan meninjau semua pembagian bobot di kapal, makin banyak bobot yang diletakkan di bagian atas maka makin tinggilah letak titik G-nya.
Secara definisi, titik berat (G) ialah titik tangkap dari semua gaya–gaya yang bekerja ke bawah. Letak titik G pada kapal kosong ditentukan oleh hasil percobaan stabilitas. Perlu diketahui bahwa, letak titik G tergantung daripada pembagian berat di kapal. Jadi selama tidak ada berat yang di geser/ditambah/dikurangi, titik G tidak akan berubah walaupun kapal oleng atau mengangguk/trim.


Titik Apung (Centre of Buoyance)

Titik apung kapal
Titik apung (center of buoyance) dikenal dengan titik B dari sebuah kapal, merupakan titik tangkap dari resultan gaya-gaya yang menekan tegak ke atas dari bagian kapal yang terbenam dalam air. Titik tangkap B bukanlah merupakan suatu titik yang tetap, akan tetapi akan berpindah-pindah oleh adanya perubahan sarat dari kapal. Dalam stabilitas kapal, titik B inilah yang menyebabkan kapal mampu untuk tegak kembali setelah mengalami senget. Letak titik B tergantung dari besarnya senget kapal (bila senget berubah maka letak titik B akan berubah / berpindah. Bila kapal menyenget titik B akan berpindah kesisi yang rendah.


Titik Metasentris

Titik metasentris
Titik metasentris atau dikenal dengan titik M dari sebuah kapal, merupakan sebuah titik semu dari batas di mana titik G tidak boleh melewati di atasnya agar supaya kapal tetap mempunyai stabilitas yang positif (stabil). Meta artinya berubah-ubah, jadi titik metasentris dapat berubah letaknya dan tergantung dari besarnya sudut senget.
Apabila kapal senget pada sudut kecil (tidak lebih dari 150), maka titik apung B bergerak di sepanjang busur di mana titik M merupakan titik pusatnya di bidang tengah kapal (centre of line) dan pada sudut senget yang kecil ini perpindahan letak titik M masih sangat kecil, sehingga masih dapat dikatakan tetap.

Ukuran dalam stabilitas
Ukuran-ukuran yang digunakan dalam perhitungan stabilitas
Ada beberapa ukuran-ukuran yang digunakan dalam stabilitas kapal seperti ditunjukkan dalam gambar berikut.

[sunting]KG – Adalah tinggi titik berat ke lunas/jarak/letak titik berat terhadap lunas

Nilai KB untuk kapal kosong diperoleh dari percobaan stabilitas (inclining experiment), selanjutnya KG dapat dihitung dengan menggunakan dalil momen. Nilai KG dengan dalil momen ini digunakan bila terjadi pemuatan atau pembongkaran di atas kapal dengan mengetahui letak titik berat suatu bobot di atas lunas yang disebut dengan vertical centre of gravity (VCG) lalu dikalikan dengan bobot muatan tersebut sehingga diperoleh momen bobot tersebut. Selanjutnya jumlah momen-momen seluruh bobot di kapal dibagi dengan jumlah bobot dan menghasilkan nilai KG pada saat itu.

KGtotal = \frac {\sum M}{\sum W}
Di mana,
∑M = Jumlah momen (ton)
∑W = jumlah perkalian titik berat dengan bobot benda (m ton)
KM – adalah tinggi / jarak metacenter dari lunas.
KM ialah jarak tegak dari lunas kapal sampai ke titik M, atau jumlah jarak dari lunas ke titik apung (KB) dan jarak titik apung ke metasentris (BM), sehingga KM dapat dicari dengan rumus:
KM = KB + BM
Diperoleh dari diagram metasentris atau hydrostatical curve bagi setiap sarat (draft) saat itu.


GM – Tinggi Metacentric:

Tinggi metasentris atau metacentris high (GM) yaitu jarak tegak antara titik G dan titik M. Dari rumus disebutkan:
GM = KM – KG
GM = (KB + BM) – KG
Nilai GM inilah yang menunjukkan keadaan stabilitas awal kapal atau keadaan stabilitas kapal selama pelayaran nanti
BM – Radius Metacentric:
BM dinamakan jari-jari metasentris atau metacentris radius karena bila kapal mengoleng dengan sudut-sudut yang kecil, maka lintasan pergerakan titik B merupakan sebagian busur lingkaran di mana M merupakan titik pusatnya dan BM sebagai jari-jarinya. Titik M masih bisa dianggap tetap karena sudut olengnya kecil (100-150). Lebih lanjut dijelaskan bahwa:
BM = \frac {b2}{10d}
Di mana :
b = lebar kapal (m)
d = draft kapal (m)


KB (Tinggi Titik Apung dari Lunas)

Letak titik B di atas lunas bukanlah suatu titik yang tetap, akan tetapi berpindah-pindah oleh adanya perubahan sarat atau senget kapal. Menurut Rubianto (1996), nilai KB dapat dicari:
Untuk kapal tipe plat bottom, KB = 0,50d
Untuk kapal tipe V bottom, KB = 0,67d
Untuk kapal tipe U bottom, KB = 0,53d
Di mana d = draft kapal
Dari diagram metasentris atau lengkung hidrostatis, di mana nilai KB dapat dicari pada setiap sarat kapal saat itu


Segitiga stabilitas

Lengan penegak pada saat kapal senget
Bila suatu kapal senget maka titik apung akan bergerak sedangankan titik berat (gravitasi) tidak berubah. Karena gaya apung dan gravitasi sama besar dan searah, tetapi kalau kapal miring akan membentuk dua gaya yang paralel dengan arah yang berlawanan, mengakibatkan terjadi rotasi. Rotasi ini mengakibatkan kapal kembali ke posisi semula karena gaya apung dan gravitasi sama besar berlawanan arah akan saling menutup. Hal ini dikatakan sebagai pasangan (coupled) karena kedua gaya yang bekerja menghasilkan rotasi. Rotasi inilah yang menyebabkan terjadi keseimbangan kapal.
Segitiga gaya apung, gravitasi dan lengan penegak
Jarak antara gaya apung dan gravitasi disebut sebagai lengan penegak. Pada gambar di atas lengan penegak merupakan garis yang ditarik dati titik gravitasi ke vektor gaya apung kapal. Untuk kemiringan yang kecil (0o sampai 7o ke 10o, metacenter tidak berubah), nilai lengan penegak (GZ) dapat diperoleh secara trigonometry.
Dengan menggunakan fungsi sinus untuk mendapatkan lengan penegak:
GM = GZ \cdot \sin \theta
Dengan stabilitas awal (0o sampai 7o-10o) metacenter tidak berubah, dan fungsi sinus hampir linier (garis lurus) Oleh karena itu Lengan Penegak kapal < GZ proporsional terhadap ukuran tinggi metacenter, GM. Sehingga GM adalah ukuran awal stabilitas kapal


Momen Penegak (Righting Moment/RM)

Moment penegak adalah ukuran stabilitas kapal terbaik. Menjelaskan kenapa kapal bisa mengatasi kemiringan dan kembali ke titik keseimbangan/stabilitas. Moment penegak adalah sama dengan lengan penegak dikali displacement kapal.
Contoh:
Suatu kapal mempunyai displacement sebesar 6000 LT dan mempunyai lengan penegak sebesar 2.4 FT bila dimiringkan 40 derajat. Berapa momen penegak kapal?
RM = 2.4 FT x 6000 LT
RM = 14,400 FT-Tons (disebut "foot tons")
Atau dalam ukuran metrik
RM = 0,73 M x 6000LT
RM =4384 M-ton


Kondisi Stabilitas

Posisi Titik gravitasi dan Metacentre menunjukkan indikasi awal stabilitas kapal. Kalau terjadi permasalahan yang mengganggu stabilitas kapal maka dikelompokkan dalam:
Kondisi stabilitasGambar
Stabilitas positif
Metacenter berada diatas titik grafitasi. Kalau kapal senget atan membentuk lengan penegak, yang mendorong kapal tegak kembali
Stabilitaspositif.jpg
Stabilitas netral
Metacenter berhimpit dengan titik grafitasi. Kalau kapal senget tidak membentuk lengan penegak, sampai metacenter berpindah setelah senget 70 – 100
Stabilitasnetral.jpg
Stabilitas negatip
Titik gravitasi kapal berada di atas metacenter, bila kapal senget lengan penegak negatif terbentuk yang akan mengakibatkan kapal terbalik.
Stabilitasnegatif.jpg


Kurva statistik stabilitas

Hubungan antara lengan penegak dengan sudut kemiringan kapal (senget)
Bila suatu kapal disengetkan melalui berbagai sudut senget dan lengan penegak untuk setiap derajat senget diukur maka dapat diperoleh kurva statistik stabilitas. Kurva ini adalah gambaran stabilitas kapal pada muatan tertentu.
Berbagai informasi bisa diperoleh dari kurva ini, di antaranya:
Rentang stabilitas: Kapal ini akan menghasilkan lengan penegak bila disengetkan dari 0o sampai 74o. (Kurva ini diasumsikan bahwa seluruh struktur utama kapal kedap air.)
Lengan penegak maksimum: adalah jarak terbesar antara gaya dari daya apung dengan gravitasi. Di sinilah para tenaga ahli perkapalan menghabiskan energinya.
Sudut maksimum lengan penegak: adalah sudut senget di mana lengan penegak mencapai puncaknya. Sudut bahaya: adalah separoh sudut lengan penegak maksimum.